MANFAATKAN PRIVILAGE UNTUK MENCAPAI KESUKSESAN

Beberapa tahun belakangan ini istilah privilege menjadi istilah yang sangat familiar di kalangan masyarakat umum Indonesia. Beberapa orang mendapatkan perlakuan khusus karena adanya privilege. Jika membaca berbagai literatur, pemahaman dan sudut pandang mengenai privilage ini sangat luas. Jadi sebelum membahas privilage lebih dalam, kita patuh pahami dasar dari arti privilage itu sendiri. Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan privilege?

apa itu privilage


Apa itu Privilage?

Kata privilege berasal dari bahasa Inggris yang memiliki arti hak istimewa. Definisi privilege sendiri menurut Camridge Dictionary adalah keuntungan yang dimiliki oleh sejumlah orang kaya atau berasal dari kelas sosial yang tinggi, ras atau jenis kelamin tertentu dalam masyarakat, yang tidak dimiliki oleh orang yang tidak termasuk dalam kelompok tersebut.

Sementara menurut Merriam-Webster privilege adalah sebuah keuntungan yang dimiliki oleh orang kaya dan memiliki berkuasa atas orang lain dalam suatu masyarakat.

Hak istimewa ini adalah hak yang hanya didapat bagi orang-orang tertentu yang memiliki keistimewaan. Tepatnya privilege adalah hak istimewa sosial yang dimiliki oleh sekelompok orang tertentu dan tidak dimiliki oleh orang lain. 

Menurut Very Well Mind, jenis-jenis privilege adalah:

  1. Ras atau warna kulit
  2. Status sosial
  3. Jenis kelamin
  4. Kemampuan fisik
  5. Orientasi seksual
  6. Usia
  7. Pendidikan
  8. Agama
  9. Penampilan
  10. Kewarganegaraan
  11. Ukuran fisik

Robert M.Z. Lawang mengatakan bahwa stratifikasi sosial adalah penggolongan orang-orang yang masuk dalam sistem tertentu yang masuk ke dalam lapisan hierarkis yang berdasarkan pada dimensi kekuasaan, privilege, dan prestise.

Dengan demikian, hak istimewa ini muncul sebagai hasil dari stratifikasi sosial yang memiliki perbedaan yang sangat jelas untuk mendapatkan akses dalam memperoleh sesuatu entah itu barang atau pun layanan. Padahal pada dasarnya setiap manusia mempunyai privilege masing-masing. Namun kontruksi sosial ini membuat hak istimewa seolah hanya dimiliki bagi orang-orang yang memiliki ekonomi, jabatan, dan kekuasaan.

Dengan demikian, secara tidak langsung, privilege ini melahirkan diskriminasi dan kesenjangan sosial yang sangat kentara di masyarakat. Dan biasanya hak istimewa ini sangat terlihat jelas ketika berhubungan dengan ekonomi atau bahkan saat ini sangat erat berhubungan juga dengan fisik seperti dikenal dengan istilah beauty privilege atau good looking privilege.

Privilege berlaku bagi tingkat pribadi, interpersonal maupun institusional. Contoh di Indonesia beberapa kelompok sosial yang memiliki hak istimewa adalah orang-orang kaya, memiliki jabatan, selebritis, good looking, tingkat pendidikan tinggi seperti profesor atau doktoral, dan lainnya.

Tidak ada yang salah dengan privilege yang dimiliki oleh seseorang. Karena beberapa privilege itu given dari Sang Pencipta. Seperti ras, warna kulit, jenis kelamin, fisik, dan usia. Hak istimewa tersebut adalah pemberian dari Tuhan tidak bisa diperjuangkan sesuai keinginan kita.

Sementara untuk beberapa hal seperti pendidikan, kemampuan fisik, dan juga status sosial adalah hasil kerja keras, entah itu dari diri kita sendiri atau bisa jadi hasil proses jerih payah orang tua kita. Artinya privilage seperti ini masih bisa diperjuangkan oleh kita sebagai manusia, entah itu sebagai pewaris atau pun perintis.

Privilege x Tanggung Jawab Moral

Meskipun pada dasarnya privilege ini dimiliki oleh setiap orang, namun tentunya kapasitas privilegenya akan berbeda-beda bagi setiap orang. Dan melihat fenomena di masyarakat, privilege ini memiliki tingkatan tertentu. Misalnya privilege akan berlaku bagi orang-orang yang memiliki ekonomi baik, status sosial tinggi, atau bahkan belakangan ini berlaku juga untuk yang mempunyai fisik good looking.

Menyikapi hal itu sebenarnya tidak ada masalah saat anda memiliki privilege tertentu dan anda menggunakannya pada tempatnya. Selain itu akan lebih baik jika privilege yang anda atau kita miliki diimbangi dengan kemampuan yang mumpuni.

Bahkan akan lebih baik lagi ketika privilage yang kamu miliki malah bermanfaat besar bagi orang sekitar anda. Dan itu sudah banyak kita lihat di kalangan masyarakat Indonesia maupun di dunia.

manfaatkan privilage untuk berbagi


Let's say, kita ambil salah satu contoh misalnya Angelina Jolie yang dikarunia privilage nama besar dan finansial yang mapan. Ia memanfaatkan privilage yang dimilikinya itu dengan membantu anak-anak yang kekurangan. Ia memanfaatkan nama besarnya untuk mendorong orang-orang agar lebih aware dengan orang-orang yang kekurangan.

Ini adalah salah satu contoh memanfaatkan privilage untuk hal-hal yang positif dan memberikan dampak baik bagi lingkungan sekitar. Jadi pastikan jika anda mempunyai privilage, gunakan privilage itu dengan sangat baik dan tanamkan pada diri anda bahwa privilage yang anda miliki, sejalan dengan tanggung jawab moral yang harus anda jalankan juga.

Gunakan Privilage Untuk Kesuksesan dan Hal Bermanfaat

Lalu bagaimana cara menggunakan privilage agar lebih bermanfaat? Ada banyak cara yang bisa kita lakukan saat memiliki privilage agar lebih bermanfaat bagi orang lain dan juga mensukseskan diri sendiri. Dengan begitu privilage yang anda miliki juga akan sejalan dengan tanggung jawab moral yang akan anda pertanggungjawabkan dengan Tuhan.

1. Lakukan investasi leher ke atas

Saat memiliki privilage kelimpahan finansial, baik hasil kerja keras anda atau pun memang warisan dari orang tua, manfaatkan uang anda untuk terus belajar. Capai pendidikan setinggi-tingginya sehingga anda menjadi orang yang sukses dan kelak bisa membantu orang lain. Atau gunakan uang orang tua untuk terus mengembangkan bakat yang anda miliki.

Pendidikan di sini tidak hanya yang sifatnya formal tetapi juga yang sifatnya informal. Kursus bahasa Inggris, kursus memasak, fotography, mengambil sertifikasi, ambil lisensi, dan lainnya. Sehingga anda menjadi orang yang memiliki pengetahuan luas dan ahli dibidangnya.

2. Perbanyak prestasi

Gunakan privilage anda untuk meraih banyak prestasi dalam berbagai bidang. Sehingga anda dikenal banyak orang bukan karena anda kayak raya saja atau keturunan sultan saja, tapi juga karena anda memang memiliki keahlian khusus dan dapat dibuktikan melalui prestasi.

manfaatkan privilage untuk prestasi


3. Memiliki etika dan attitude yang baik

Imbangi privilage yang anda miliki apapun itu bentuk privilagenya, dengan prilaku atau attitude yang baik. Orang akan semakin respek kepada orang-orang yang memiliki privilage yang diimbangi dengan prilaku yang sopan dan santun.

4. Gunakan privilage dengan bijak

Bijak menggunakan privilage menjadi salah satu bentuk tanggung jawab moral yang harus anda ingat. Jangan sampai anda menggunakan privilage anda untuk yang tidak seharusnya. Gunakan privilage anda sesuai dengan tempatnya dan tidak merugikan orang lain.

Atau jika orang tua anda adalah seorang yang terkenal, kamu bisa memanfaatkan relasi orang tua anda untuk belajar banyak hal dari mereka. Entah itu cara berbisnis, membangun komunikasi, atau hal lainnya.

5. Privilage disyukuri dan jangan tinggi hati

Saat kamu memiliki privilage maka syukuri karena tidak semua orang mendapatkan hak istimewa tersebut dalam hidupnya. Sadari dan tanamkan pada diri sendiri mengenai tanggung jawab moral yang dimiliki karena memiliki privilage adalah titipan dari Tuhan. Jadi jangan membuat privilage yang anda miliki menjadi tinggi hati apalagi merendahkan orang lain.

6. Manfaatkan privilage untuk berbagi

Privilage yang anda miliki akan semakin berlipat manfaatnya ketika anda menggunakan privilage anda untuk membantu orang lain. Contoh kasusnya tadi seperti Angelina Jolie. Contoh lain, jika anda memiliki kemampuan atau keahlian suatu bidang, anda dapat menjadi volunteer dalam bidang pendidikan misalnya, dan lain-lain.

Itu dia mengenai apa itu privilage dan bagaimana menyeimbangkannya dalam kehidupan kita sehari-hari saat kita memiliki hak istimewa tersebut. Agar privilage yang kita miliki justru memberikan dampak positif terhadap diri sendiri dan juga berimpek positif kepada orang lain.

Referensi:

https://www.gramedia.com/best-seller/privilege/
https://www.noice.id/info-terbaru/apa-itu-privilege/

7 Coment

  1. Dulu, aku selalu berpikir kalau orang yang punya privilage itu enak, bebas berbuat sesuatu, dan berlindung dibalik privilage nya. Tapi setelah orang-orang ramai mengomentari tentang clash of competision dan mengait-ngaitkan nya dengan privilage, aku sadar kalau privilage itu akan berdampak positif jika kita mampu mempergunakannya dengan baik

    BalasHapus
  2. Seringkali privilege jadi tameng orang yang insecure melihat kesuksesan orang lain ya.. "Ya iyalah dia sukses, wong dia punya privilege bla bla bla.." Padahal mah banyak juga yang punya privilege, tapi nggak bisa memaksimalkan privilege tersebut.

    Dan aku rasa semua orang sebenarnya punya privilege masing-masing kok, hanya sadar atau tidak dengan privilege yang dimiliki. Punya badan yang sehat aja sebuah privilege lo... bayangkan kalau badan kita nggak sehat, mau kerja pun susah kan?

    BalasHapus
  3. 6 tips dalam tulisan ini kalau diaplikasikan oleh mereka yang memiliki privilege ... hasilnya akan luar biasa ya ... memang sih, sayang sekali jika punya privilege tapi gak bisa sukses.

    BalasHapus
  4. Memang rasanya ketika melihat seseorang mendapatkan privilege karena bapaknya kaya atau berkuasa rasanya iri banget ya kak.
    Tapi mereka lupa untuk bertanggung jawab atas privilege yang mereka punya.

    BalasHapus
  5. Saya punya previlage ga ya?
    Kayaknya dulu waktu masih kecil hingga remaja, pas masih tinggal sama ortu di suatu kota kecil di Sumatera, saya punya previlage karena ayah saya cukup dikenal di kota tersebut. 😍

    BalasHapus
  6. Saya setju kalau kita memiliki privilage maka manfaatkan untuk kesuksesan dan kebaikan. Faktanya banyak banget orang-orang di luar sana yang memiiki privilage karena status sosial orang tuanya, tetapi mampu memberikan manfaat terhadap banyak orang.

    BalasHapus
  7. Setuju jika privilage yang kita miliki jangan sampai menjadikan kita tinggi hati apalagi merendahkan orang lain...Karena yang terjadi di luar sana, banyak yang seperti ini. Hiks. Mentang-mentang ternama, kaya, punya segalanya jadi seenaknya, arogan dan tak menghargai orang lain.

    BalasHapus

Silakan tinggalkan komentar yang baik dan sopan, karena apa yang anda tulis di blog ini akan menjadi doa bagi anda juga, terima kasih.