• Home
  • About
    • About Me
    • Contact Me
    • Disclosure
  • Beauty
  • Fashion
  • Healthy
  • Home&Decor
  • Miscellaneous
    • Blogging
    • Business&Financial
    • Education&Self Development
    • Environmental&Social
    • Technology
  • Traveling
    • Culinary
    • Destination
    • Hotel
Women's Life

Minggu lalu, saya mengikuti workshop offline bersama Komunitas ISB dan Nutrihub yang berlangsung di kantor Nutrihub Gandaria, Jakarta Selatan. Workshop ini mengangkat tema The Power of Presence Building Confidence Through Personal Grooming and Effective Communication, sebuah topik yang menurut saya relevan dengan kehidupan sehari-hari, terutama bagi kita yang sering bertemu dengan banyak orang, menghadiri acara, bekerja, maupun membangun relasi, salah satunya adalah Blogger.

the power of presence



Materi yang diberikan tidak hanya membahas soal penampilan, tetapi juga bagaimana personal grooming dan kemampuan komunikasi dapat membentuk rasa percaya diri. Penampilan yang rapi memang penting, tetapi cara membawa diri, berbicara, mendengarkan, hingga menyampaikan pendapat juga punya peran besar dalam membangun kesan yang positif.

Workshop offline ini diadakan oleh Komunitas Indonesian Social Blogpreneur (ISB) yang menghadirkan dua narasumber perempuan hebat dan ahli di bidangnya.

Pertama, Dr. Elke Alexandrina, M.Sc., seorang dosen dan pakar komunikasi yang fokus pada personal branding dan digital marketing, dan berpengalaman kurang lebih 20 tahun di dunia akademik dan industri, dan saat ini menjabat sebagai Head of Management Study Programme, Faculty of Business, LSPR, Jakarta.

Kedua, Latifa Ramonita, M.I.Kom., seorang pakar komunikasi yang berfokus pada personal branding dan public speaking, juga berpengalaman dalam hal copywriting. Saat ini Mom Latifa, sapaan akrab mahasiswanya adalah seorang dosen sekaligus peneliti di LSPR, Jakarta.

Workshop offline ini hasil kerjasama ISB dan Nutrihub dan dihadiri oleh para Blogger, umum, dan juga siswa SMA. Acara dibuka dan dimoderatori langsung oleh Teh Ani Berta sebagai Founder ISB. Penasaran dengan sharingnya? Keep reading.

personal branding komunitas ISB


Tingkatkan Rasa Percaya Diri Dengan Personal Grooming

Personal grooming sering dianggap hanya soal menjaga penampilan agar terlihat rapi. Padahal, dari materi workshop yang dibawakan oleh Mom Elke, panggilan akrab beliau di kampus, mengatakan bahwa personal grooming merupakan bagian dari cara seseorang berkomunikasi dan membawa dirinya di hadapan orang lain dan meningkatkan rasa percaya diri.

Penampilan, sikap, cara berbicara, hingga bahasa tubuh saling berkaitan dalam membentuk presence. Hal ini juga berhubungan erat dengan personal branding karena apa yang kita tampilkan akan ikut membentuk persepsi orang lain terhadap diri kita.

Dari sharing yang disampaikannya, saya menyimpulkan beberapa poin kenapa personal grooming sangat penting bagi kita untuk kehidupan sehari-hari bahkan dapat meningkatkan rasa percaya diri kita.

1. Personal Grooming adalah Bentuk Menghargai Diri dan Orang Lain

Personal grooming bukan berarti harus selalu tampil sempurna. Intinya adalah menjaga kebersihan, kerapian, dan penampilan sesuai situasi. Materi workshop menjelaskan tujuh elemen grooming, yaitu personal hygiene, hair, face, outfit, shoes, accessories, dan body language. Ketujuh elemen ini menjadi dasar untuk membangun penampilan yang profesional dan nyaman dilihat. Bahkan sampai hal yang tidak terlihat dan berada di bawah yaitu sepatu.

personal branding personal grooming


2. Personal Grooming Mendukung Personal Branding

Personal branding tidak hanya dibangun melalui media sosial atau pekerjaan yang kita lakukan. Cara berpakaian, menjaga kebersihan diri, berdiri, tersenyum, melakukan kontak mata, dan berinteraksi juga ikut membentuk personal branding. Ketika penampilan konsisten dengan karakter dan profesi, orang akan lebih mudah mengenali dan mengingat kita. Karena itu, grooming sebaiknya dilakukan dengan sadar atau mindfull bukan sekadar mengikuti tren.

3. Why Presence Matters

Presence adalah kombinasi dari appearance, attitude, communication, dan confidence. First impression dapat terbentuk dalam hitungan detik, sehingga cara kita hadir di sebuah situasi memiliki pengaruh besar. Presence yang baik dapat membangun empat hal penting, yaitu Trust, Credibility, Likability, dan Opportunity. Artinya, penampilan dan cara membawa diri dapat membantu menciptakan kepercayaan, meningkatkan kredibilitas, membuat kita lebih mudah disukai, sekaligus membuka peluang baru.

4. Grooming Harus Disesuaikan dengan Situasi

Penampilan yang baik bukan berarti menggunakan pakaian atau aksesori yang mahal, yang lebih penting adalah kesesuaian. Outfit perlu disesuaikan dengan acara, profesi, dan tetap nyaman digunakan. Rambut harus rapi, wajah terlihat segar, sepatu bersih, dan aksesori cukup menjadi pelengkap. 

Penampilan yang tepat menunjukkan bahwa kita memahami konteks dan menghargai orang yang ditemui. Kesesuaian ini akan membuat kita menjadi lebih percaya diri saat bertemu orang lain.

5. The 4P of Presence

The 4P of Presence menjadi kerangka yang menarik untuk memahami hubungan antara personal grooming dan komunikasi. Purpose berarti memahami siapa diri kita, nilai yang dibawa, dan tujuan setiap interaksi. Presentation berkaitan dengan bagaimana kita menampilkan diri melalui grooming, pakaian, postur, dan penampilan. 

Personality menunjukkan karakter yang autentik, ramah, dan menghargai orang lain. Sementara Powerful Communication berarti mampu berbicara dengan jelas, percaya diri, mendengarkan secara aktif, serta menggunakan bahasa yang positif.

6. Hindari Kesalahan dalam Personal Grooming

Ada beberapa kesalahan yang perlu diperhatikan dalam personal grooming, seperti over-accessorizing, penggunaan makeup atau parfum secara berlebihan, memakai pakaian terlalu kasual dalam situasi formal, serta mengabaikan grooming.

Masalahnya bukan pada aksesori, makeup, parfum, atau pakaian itu sendiri, tetapi ketika penggunaannya tidak sesuai dengan situasi dan justru mengalihkan perhatian dari diri kita. Jadi untuk tetap menjaga rasa percaya diri kita , hindari kesalahan dalam personal grooming.

personal grooming to avoid


7. Personal Grooming Membangun Rasa Percaya Diri

Pada akhirnya, personal grooming bukan tentang tampil sempurna setiap hari. Ini tentang membangun kebiasaan sederhana secara konsisten. Mulai dari rambut yang rapi, pakaian yang sesuai, sepatu dan tas yang bersih, hingga postur tubuh yang percaya diri. Kebiasaan tersebut kemudian diperkuat dengan senyum, positive self-talk, berbicara perlahan, dan lebih banyak mendengarkan. Kebiasaan baik ini akan membuat rasa percaya diri kita semakin tumbuh.

Cara Membangun Personal Branding Dengan Komunikasi yang Efektif

Komunikasi yang efektif tidak hanya soal kemampuan berbicara, tetapi juga bagaimana kita menyampaikan pesan, memahami audiens, dan membangun kehadiran yang konsisten. Di era digital, cara kita berkomunikasi bahkan ikut membentuk personal branding dan mendorong kita menjadi lebih percaya diri.

Melalui materi Effective Communication and Digital Presence yang disampaikan oleh Mom Latifa, saya belajar bahwa confidence bukan tentang menjadi yang paling banyak bicara atau terlihat sempurna, melainkan tentang memahami pesan, mengenali audiens, dan mampu menyampaikan cerita dengan cara yang autentik.

1. Confidence Bukan Berarti Harus Banyak Bicara

Kepercayaan diri sering disalahartikan sebagai kemampuan untuk menjadi orang yang paling banyak bicara atau selalu terlihat yakin. Padahal, confidence bukan berarti harus selalu tahu semua jawaban, tidak pernah merasa nervous, atau tampil sempurna.

Dalam komunikasi, confidence dibangun dari tiga hal, yaitu clarity, preparation, dan presence. Kita perlu tahu apa yang ingin disampaikan, memahami siapa yang menjadi lawan bicara, lalu hadir sepenuhnya ketika berkomunikasi, baik secara langsung maupun digital.

personal branding effective communication


2. Kenali Personal Brand dalam 10 Detik

Personal branding perlu memiliki pesan yang jelas. Salah satu latihan sederhana adalah melengkapi kalimat, Saya adalah seseorang yang membantu atau berbagi sesuatu melalui sesuatu. Kalimat ini memaksa kita memahami siapa diri kita, apa yang ingin diberikan kepada orang lain, dan media apa yang digunakan untuk menyampaikannya. Personal branding yang kuat tidak harus rumit, yang penting jelas dan konsisten.

3. Gunakan Authentic Storytelling

Orang tidak selalu terhubung dengan sesuatu yang sempurna. Mereka justru dapat merasa lebih dekat dengan cerita yang manusiawi dan autentik. Authentic storytelling dapat dibangun melalui empat hal, yaitu experience, emotion, insight, dan value. Ceritakan pengalaman, jelaskan apa yang dirasakan, bagikan pembelajaran, lalu berikan nilai atau manfaat yang bisa dibawa oleh audiens.

4. Perhatikan Bahasa Tubuh

Sebelum mendengar apa yang kita katakan, orang akan melihat bagaimana kita membawa diri. Eye contact, postur, suara, ekspresi wajah, dan gesture ikut menentukan bagaimana pesan diterima. Berdiri atau duduk dengan tegap, menjaga kontak mata secara natural, memperlambat tempo bicara, serta menggunakan gesture secukupnya dapat membuat komunikasi terasa lebih percaya diri. Bahkan jeda atau pause dapat menjadi bagian dari komunikasi yang kuat.

5. Public Speaking adalah Storytelling

Public speaking tidak harus dimulai dengan tumpukan informasi. Mulailah dengan connection. Struktur sederhana yang dapat digunakan adalah hook, story, message, dan action. Hook digunakan untuk menarik perhatian, story memberikan pengalaman atau contoh, message menjelaskan inti yang perlu dipahami, sedangkan action mengarahkan audiens pada langkah yang dapat dilakukan setelah mendengarkan.

6. Digital Presence adalah Bagian dari Personal Brand

Sebelum bertemu secara langsung, orang bisa saja mengenal kita melalui jejak digital. Digital presence terbentuk dari apa yang kita katakan, tampilkan, bagikan, dan bagaimana kita berinteraksi. Semua itu kemudian membentuk apa yang orang ingat tentang kita dan akhirnya memengaruhi reputasi. Karena itu, digital presence bukan sekadar aktivitas mengunggah konten, tetapi bagian dari personal branding.

7. Personal Branding Bukan Ajang Pamer

Personal branding bukan berarti terus menunjukkan pencapaian, mengikuti semua tren, atau menciptakan persona yang sebenarnya bukan diri kita. Personal branding dibangun dari apa yang kita perjuangkan, apa yang kita ketahui, apa yang kita pedulikan, dan bagaimana semua itu dikomunikasikan kepada orang lain. Jadi, personal branding membutuhkan kejelasan identitas sekaligus konsistensi.

8. Gunakan The 3C of Confident Communication

Sebelum berbicara, ada tiga pertanyaan yang perlu dijawab. Pertama, Content, apa pesan utama yang ingin disampaikan. Kedua, Context, siapa yang mendengarkan atau membaca pesan tersebut. Ketiga, Connection, mengapa mereka perlu peduli. Prinsipnya sederhana, one message, one audience, one purpose. Dengan cara ini, komunikasi menjadi lebih fokus dan tidak melebar ke mana-mana.

personal branding 3C of Confident Communication


9. Komunikasi dengan Struktur yang Jelas

Dalam membangun personal branding, contohnya dalam dunia copywriting, ada empat hal yang perlu diperhatikan, yaitu clarity, relevance, emotion, dan action. Pesan harus mudah dipahami, relevan bagi audiens, mampu membangun respons emosional, dan memiliki arah yang jelas. Struktur hook, value, personal touch, dan CTA dapat membantu membuat konten lebih terarah dan tidak sekadar memenuhi media sosial.

10. Komunikasi Membuat Presence Semakin Kuat

Penampilan yang rapi tidak akan cukup jika cara berkomunikasi buruk. Voice, eye contact, smile, active listening, dan positive language merupakan bagian penting dalam menciptakan presence. Berbicara dengan jelas dan tidak terburu-buru membantu meningkatkan kredibilitas. Kontak mata membuat lawan bicara merasa dihargai, sementara kemampuan mendengarkan menunjukkan bahwa kita tidak hanya ingin didengar, tetapi juga mampu menghargai orang lain.

Pada akhirnya, komunikasi yang baik bukan tentang menjadi yang paling sempurna, tetapi mampu menyampaikan pesan dengan jelas, memahami audiens, dan tetap menjadi diri sendiri. Personal branding tumbuh dari cerita, nilai, dan konsistensi. Karena itu, kenali pesan, miliki cerita, dan terus hadir dengan cara yang autentik.

My Thought

Personal grooming, personal branding, dan komunikasi sebenarnya berada dalam satu rangkaian. Kita mempersiapkan penampilan, membangun sikap, menunjukkan karakter, lalu memperkuatnya melalui komunikasi. Dari proses tersebut, confidence tidak muncul begitu saja. Confidence dibangun melalui preparation, practice, small success, hingga akhirnya menciptakan lebih banyak opportunities.

Pada akhirnya, confidence bukan tentang tampil sempurna, tetapi tentang mengenali diri, memahami nilai yang ingin dibawa, dan konsisten menunjukkannya. Bagi saya, personal branding yang kuat adalah ketika penampilan, cerita, dan komunikasi terasa autentik. Seperti pesan Mom Latifa, Speak with Confidence, Tell Your Story, Build Your Presence.

Mengikuti workshop ini membuat saya semakin memahami bahwa personal branding tidak dibangun hanya dari penampilan atau kemampuan berbicara. Keduanya harus berjalan bersama dengan sikap, karakter, dan cara kita membawa diri. Personal grooming membangun presence, sementara komunikasi yang efektif memperkuat pesan yang ingin disampaikan. Semuanya saling mendukung untuk mendorong meningkatkan rasa percaya diri kita.

Lewat kegiatan ini, saya kembali diingatkan bahwa confidence bukan sekadar soal terlihat menarik di depan orang lain. Ada proses mengenali diri, merawat penampilan, mempersiapkan diri, dan belajar berkomunikasi dengan lebih efektif. Dari workshop ini, ada beberapa hal sederhana yang bisa langsung diterapkan dalam keseharian.

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

ABOUT ME

Hello, I am a lifestyle blogger who talks about women's lives. I love talking about women because I want to empower other women based on my experience. It makes me happy and gives me new experiences. Let's empower women.

POPULAR POSTS

  • KETAHUI PENYEBAB SINDROM MATA KERING DAN CARA MENGATASINYA
  • 8 WISATA OUTDOOR TERBAIK DI BANGKOK, SERU DAN TAK TERLUPAKAN
  • 7 TIPS BERPAKAIAN UNTUK PEMILIK TINGGI BADAN 150an CM
  • PERCANTIK KUKU ANDA DENGAN IMPLORA PAINT IT NUDE NAIL POLISH
  • 7 JENIS MASKER WAJAH DAN FUNGSINYA
  • TIPS SUKSES MENJADI TRAVEL BLOGGER
  • 10 IDE KEGIATAN SERU UNTUK KUMPUL KELUARGA LEBARAN
  • TIPS MAKEUP MINIMALIS DENGAN RANGKAIAN IMPLORA URBAN SERIES
  • SATSPAM, FITUR ANTI SPAM CALL DENGAN TEKNOLOGI AIVOLUSI 5G DARI IM3
  • KETAHUI 7 PENYEBAB LIDAH BERWARNA PUTIH DAN TANYA DOKTER SEGERA
Diberdayakan oleh Blogger.

ARTICLE

  • ▼  2026 (12)
    • ▼  Agustus 2026 (1)
      • THE POWER OF PRESENCE: MEMBANGUN CONFIDENCE MELALU...
    • ►  Juli 2026 (3)
    • ►  Juni 2026 (1)
    • ►  Mei 2026 (2)
    • ►  April 2026 (1)
    • ►  Maret 2026 (1)
    • ►  Februari 2026 (1)
    • ►  Januari 2026 (2)
  • ►  2025 (44)
    • ►  Desember 2025 (2)
    • ►  November 2025 (3)
    • ►  Oktober 2025 (5)
    • ►  September 2025 (5)
    • ►  Agustus 2025 (6)
    • ►  Juli 2025 (5)
    • ►  Juni 2025 (8)
    • ►  Mei 2025 (5)
    • ►  April 2025 (1)
    • ►  Februari 2025 (1)
    • ►  Januari 2025 (3)
  • ►  2024 (48)
    • ►  Desember 2024 (4)
    • ►  November 2024 (3)
    • ►  Oktober 2024 (4)
    • ►  September 2024 (1)
    • ►  Agustus 2024 (2)
    • ►  Juli 2024 (3)
    • ►  Juni 2024 (1)
    • ►  Mei 2024 (1)
    • ►  April 2024 (1)
    • ►  Maret 2024 (6)
    • ►  Februari 2024 (10)
    • ►  Januari 2024 (12)
  • ►  2023 (17)
    • ►  Desember 2023 (7)
    • ►  Oktober 2023 (4)
    • ►  Mei 2023 (1)
    • ►  April 2023 (1)
    • ►  Februari 2023 (2)
    • ►  Januari 2023 (2)
  • ►  2022 (6)
    • ►  Desember 2022 (2)
    • ►  November 2022 (4)

Logo Komunitas BRT Network

Copyright © Camille Theme. Designed by OddThemes